Empat Alasan Mengapa Ibu Kota Indonesia Harus Pinda Keluar Jawa
PONTIANAKSATU.ME - Presiden Joko Widodo telah secara resmi mengumumkan lokasi yang rencananya menjadi ibu kota baru Indonesia.
Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.
Jokowi menyatakan, beban di Jakarta dan pulau Jawa sudah terlalu berat. Dengan demikian, ia memutuskan ibu kota baru harus di luar pulau Jawa.
Dalam paparan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di acara Youth Talks pada 20 Agustus 2019, disampaikan sejumlah alasan mengapa pulau Jawa tak dipilih lagi sebagai lokasi ibu kota baru.
Setidaknya ada empat alasan yang mendasarinya, yaitu sebagai berikut:
Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.
Jokowi menyatakan, beban di Jakarta dan pulau Jawa sudah terlalu berat. Dengan demikian, ia memutuskan ibu kota baru harus di luar pulau Jawa.
Dalam paparan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di acara Youth Talks pada 20 Agustus 2019, disampaikan sejumlah alasan mengapa pulau Jawa tak dipilih lagi sebagai lokasi ibu kota baru.
Setidaknya ada empat alasan yang mendasarinya, yaitu sebagai berikut:
- Penduduk Jawa terlalu padat
- Kontribusi ekonomi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto)
- Krisis ketersediaan air
- Konversi lahan di Jawa mendominasi



Belum ada Komentar untuk "Empat Alasan Mengapa Ibu Kota Indonesia Harus Pinda Keluar Jawa"
Posting Komentar